Senin, 03 Mei 2010

Mengoptimalkan Otak

Sebelumnya KAMERA sudah pernah ngasih tips-tips mengasah otak buat kawan-kawan semua. Kali ini kami kembali dengan tips-tips untuk mengoptimalkan otak kamu. Lumayan banget deh supaya kita semakin pinter. Otak ibarat komputer super sebagai pusat komando untuk apapun yang kita kerjakan. Hanya dengan berat kurang lebih 1,3 kg, otak memiliki pengaruh besar terhadap apa saja yang kita pikirkan, rasakan atau lakukan. Menurut Dr. Daniel G. Amen (psikiater, ahli saraf dan otak, serta penulis buku dari Amerika, red.), kita dapat memaksimalkan penggunaan otak dengan 7 cara, nah di bagian pertama ini kita bakal membahas tiga metode.

Melindungi otak
Pertama-tama yang paling penting adalah melindungi otak dari cedera, polusi, kurang tidur, atau stress. Logis, kan? Kalau otak kamu cedera yah fungsinya juga bakal terganggu. Contoh metode termudah melindungi otak kamu adalah dengan memakai helm ketika mengendarai motor atau mengenakan sabuk pengaman ketika naik mobil. Buat kawan KAMERA yang belum maksimal pertumbuhannya disarankan juga untuk tidak sering menyundul bola karena dapat menyebabkan trauma otak. Prinsip dasar yang sering dilupakan adalah jumlah waktu tidur, jangan lupa kawan, manusia membutuhkan rata-rata tujuh jam tidur, kalau kurang biasanya muncul masalah memori dan kesulitan berkonsentrasi.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga zat kimia yang kamu konsumsi seperti alkohol, narkoba, dan kafein sebab mereka dapat menyumbat aliran darah ke otak. Kalau sudah begitu otak tidak bisa berfungsi secara efisien. Buktinya? Para pecandu kokaina ketika dites, aliran darah ke otaknya 45% lebih sedikit daripada mereka yang tidak menggunakan kokaina. Aktivitas otak mereka juga 85% lebih rendah. Terus bagi para pecinta kopi nih, kafein di dalam kopi dapat memperkecil pembuluh darah dan mengakibatkan penurunan kegiatan otak.

Memberi makan otak
Seperti halnya kita, sang otak juga nuntut untuk dikasih makanan yang lekker tapi sehat. Ingat-ingat deh apa yang diajarkan bapak/ibu guru di masa SD, makanan empat sehat lima sempurna! Semuanya harus terpenuhi: karbohidrat, protein, vitamin, dan sebagainya. Tentunya kita tidak boleh melupakan pentingnya sarapan, first thing in the morning! Jangan terlalu berat. Makan pagi yang dianjurkan harus meliputi protein seperti telur, daging yang tidak banyak lemaknya, dan produk-produk susu. Contoh makanan yang memberikan ekstra boost kepada otak adalah ikan tuna dan salmon, kacang kenari, kacang Brasil, minyak zaitun dan minyak kanola.

Mematikan PINOT (= Pikiran Negatif Otomatis)
Pikiran yang masuk ke otak dari waktu ke waktu akan berpengaruh besar terhadap cara kerja otak. Peneliti Dr. Mark George dan kawan-kawannya membuktikan bahwa pikiran yang gembira, penuh harapan memiliki efek menenangkan otak. Namun sebaliknya pikiran negatif akan membakar bagian otak yang sering dikaitkan dengan depresi dan kecemasan. Jadinya cara pikir kamu bakal berpengaruh terhadap kondisi Mr./Miss Brain. PINOT adalah pikiran negatif yang datang tanpa diundang dengan dampak besar sampai-sampai merusak hari kamu.

Dr. Daniel pernah menangani seorang mahasiswa yang sudah mau DO (drop out, red.). Sang mahasiswa beranggapan dirinya bodoh dan tidak mampu mengerjakan tes dengan baik padahal ketika IQnya dites doi dapetin score 135 termasuk lebih dari rata-rata. Kasus tadi adalah contoh kasus PINOT yang dibiarkan begitu saja dan menyebabkan si penderita down. Ciri-ciri penderita PINOT di antaranya adalah selalu berusaha membaca pikiran orang lain. Kita selalu menerka-nerka pikiran orang lain seolah-olah kita tahu bahwa mereka berpikiran negatif tentang kita tanpa perlu diucapkan. Misalnya seseorang memberikan pandangan nggak enak sama kita, tapi kita langsung melompat ke dugaan kalau dia lagi bete sama kita padahal mungkin aja dia lagi sakit perut.

Ciri-ciri berikutnya adalah berusaha menjadi peramal, kita selalu meramalkan hal-hal buruk akan terjadi sebelum peristiwa tersebut terjadi. Bingung? Maksudnya gini loh kawan, secara tidak sadar sering meramalkan suatu hal bakalan gatot (gagal total, red.) padahal belum dilakuin. Sudah kalah mental dulu deh dan jadinya pesimis. Contoh mudahnya tuh kalau kamu bakal ujian, sebelumnya kamu sudah bilang kalau kamu yakin bakal dapat nilai jelek, nah pas hari H-nya kamu bakal cenderung malas belajar dan beneran dapat nilai jelek. Selanjutnya adalah pikiran selalu atau tidak pernah ketika kita akan melakukan sesuatu. Lama-lama ini akan menjadi kebiasaan dan kamu nggak berani melakukan sesuatu di luar pattern kamu. Pikiran begitu yang bakal menghambat perkembangan kamu kawan, life is too short to be so boring babe!

Yang terakhir adalah perasaan menyesal mengingat masa lalu. Pikiran kamu dipenuhi dengan kata "seharusnya": seharusnya aku belajar lebih giat, seharusnya aku pergi ke perpustakaan, seharusnya..... Perasaan bersalah dan menyesal sangatlah berkuasa membuat kita semakin terpuruk, jadinya jangan percayai semua pikiran yang melintas di kepala. Penting untuk mempertimbangkan apakah pikiran-pikiran tersebut membantu atau merugikan kamu. Apabila kamu nggak pernah menantang pikiran seperti itu dan mempercayai apa adanya maka PINOT akan tumbuh berkembang biak dengan subur.